Friday, November 13, 2020

TUGAS MATA KULIAH EMOTIONAL INTELLEGENT MEMBUAT MAKALAH TENTANG DEFINISI KECERDASAN EMOSIONAL

 

DEFINISI KECERDASAN

   EMOSIONAL

 



 

 

 

 

R Arryo Prawira/1882050037
R Agus Suryahadi/1872050067

Pend. Bhs Inggris
Bekasi, 2020

 



Kata Pengantar

           Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang sudah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah- Nya sehingga kami bisa menyusun Tugas Emotional Intellegent ini dengan baik serta tepat waktu.

           Tugas ini kami buat untuk memberikan definisi tentang “Kecerdasan Emosional”. Mudah- mudahan makalah yang kami buat ini bisa menolong menambah pengetahuan kita jadi lebih luas lagi. Kami menyadari kalau masih banyak kekurangan dalam menyusun makalah ini.

           Oleh sebab itu, kritik serta anjuran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan guna kesempurnaan makalah ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dosen mata kuliah Emotional Intellegent. Kepada pihak yang sudah menolong turut dan dalam penyelesaian makalah ini. Atas perhatian serta waktunya, kami sampaikan banyak terima kasih.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Isi

Kata Pengantar ……………………………………………………………..

Daftar Isi ……………………………………………………………………

Bab I PENDAHULUAN ………………………………………………

1.1 Latar Belakang ……………………………………………………

1.2 Rumusan Masalah …………………………………………………

1.3 Tujuan Penulisan ………………………………………………….

Bab II PEMBAHASAN …………………………………………………

2.1 Pengertian Kecerdasan Emosional ……………………………………..

2.2 Manfaat dari Kecerdasan Emosional ……………………..

2.3 Latihan Kecerdasan Emosional …………………………

Bab III PENUTUP ……………………………………………………….

3.1 Kesimpulan ………………………………………………………..

Daftar Pustaka ……………………………………………………………….

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

 

       Intelligence Quotient (IQ) kerap dianggap sebagai penentu utama

kesuksesan seseorang. Sementara EQ atau emotional intelligence/emotional quotient adalah kemampuan seseorang dalam mengelola emosinya. 
      
     Rosalie Holian dari RMIT University pernah menulis “EQ Versus IQ: What’s the Perfect Management Mix?” yang dimuat The Conversation mengatakan bahwa orang dengan IQ tinggi cenderung menjadi pemecah masalah yang baik. Mereka juga pintar menemukan solusi terbaik ketika dihadapkan pada sebuah situasi baru.
        
    Namun, belakangan ini, pembicaraan tentang kecerdasan emosional juga mengemuka; intinya menunjukkan bahwa inteligensia saja tak cukup. Anda harus pandai mengelola emosi dengan baik.

 

1.2  Rumusan Masalah

      Penulis sudah menyusun sebagian permasalahan yang hendak dibahas dalam makalah ini. Ada pula sebagian permasalahan yang hendak dibahas dalam karya tulis ini antara lain:

1.     Apa definisi dari kecerdasan emosional? 

2.     Apa penafsiran dari kecerdasan emosional itu?

3.     Apa penafsiran dari pemanfaatan kecerdasan emosional? 

4.     Bagaimana cara melatih kecerdasan emosional?

 

1.3  Tujuan Penulisan

           Bersumber pada rumusan permasalahan yang disusun oleh penulis di atas, hingga tujuan dalam penyusunan makalah ini merupakan bagaikan berikut:

1.     Untuk mengetahui “Definisi Kecerdasan Emosional”.

2.     Untuk mengenali apa itu kecerdasan emosional.

3.     Untuk mengenali manfaat dari kecerdasan emosional.

4.     Untuk mengenali cara melatih kecerdasan emosional.

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1 Pengertian Kecerdasan Emosional

              John D. Mayer dari University of New Hampshire menyampaikan bahwa kecerdasan emosional merupakan kemampuan untuk memikirkan dan menggunakan emosi untuk meningkatkan kemampuan berpikir.

              “Ini termasuk kemampuan untuk merasakan emosi dengan benar, untuk mengakses dan mengelola emosi untuk membantu pikiran, untuk memahami emosi dan pengetahuan tentang emosi, dan untuk merefleksikan emosi sehingga bisa mengatur emosi dan pertumbuhan intelektual,” ungkap Mayer.

 

 

2.2 Manfaat dari Kecerdasan Emosional

              Dalam artikel berjudul “Emotional Intelligence”, Peter Salovey dan John D. Mayer menulis bahwa suasana hati dan emosi secara sistematis bisa bermanfaat dalam pemecahan masalah.

 

              “Pertama, perubahan emosi dapat memfasilitasi pembentukan beberapa rencana masa depan. Kedua, emosi positif dapat mengubah organisasi memori sehingga materi kognitif lebih terintegrasi dan beragam ide dipandang lebih terkait,” kata Salovey dan Mayer.

 

2.3 Latihan Kecerdasan Emosional

              Dalam pendidikan kita mengenal dua macam faktor yang mempengaruhi siswa dan berperan besar terhadap prestasi belajar siswa dalam pembelajaran yaitu :

1. Faktor eksternal, yaitu faktor yang berasal dari luar siswa, seperti lingkungan  keluarga, sekolah dan sosial

2. Faktor internal, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri siswa, seperti motivasi, sikap, dan IQ. Faktor ini saling mendukung dan berperan besar terhadap perilaku dan kemampuan intelektual siswa dalam pembelajaran   

 

              Jika memang kecerdasan emosional penting, bagaimana cara melatihnya? Psikolog Bradley Busch pernah menulis artikel berjudul “Emotional Intelligence: Why It Matters and How to Teach It” yang diterbitkan The Guardian. Ia menunjukkan cara mengasah kecerdasan emosional di sekolah, di antaranya mengajarkan anak menjadi pendengar aktif.

 

              “Cara sederhana untuk memperkenalkan ini kepada siswa adalah memainkan permainan alfabet dalam kelas. Anda melihat berapa banyak emosi berbeda yang dapat anda peroleh untuk setiap huruf dalam alfabet. Setelah itu, diskusikan perbedaan di antara masing-masing, apa yang mungkin mendorong emosi, dan bagaimana siswa dapat merespons secara pribadi,” ungkap Busch.

 

 

 

   BAB III

                                                     PENUTUP

 

3.1 Kesimpulan

 

Dari ulasan di atas penulis bisa merumuskan sebagai berikut:

           Dalam pendidikan kita mengenal dua macam faktor yang mempengaruhi siswa dan berperan besar terhadap prestasi belajar.

 

1. Faktor eksternal

2. Faktor internal

 

           Bahwa kecerdasan emosional merupakan kemampuan untuk memikirkan dan menggunakan emosi untuk meningkatkan kemampuan berpikir. 
Ini termasuk kemampuan untuk merasakan emosi dengan benar, untuk mengakses dan mengelola emosi untuk membantu pikiran, untuk memahami emosi dan pengetahuan tentang emosi, dan untuk merefleksikan emosi sehingga bisa mengatur emosi dan pertumbuhan intelektual.

              Meningkatkan kecerdasan emosional anak juga bisa dilakukan dengan mengembangkan kesadaran diri mereka. Tujuannya: ketika bertemu orang lain, anak tak membiarkan citra diri yang terlalu tinggi mempengaruhi perilaku dan interaksi sosial. Anak juga perlu diajarkan untuk berempati ketika sedang bersama orang lain.

              Empati merupakan kemampuan untuk mengambil perspektif orang lain tanpa menghakimi, mengenali emosi mereka, dan mampu menyampaikan perspektif kembali. Merefleksikan kembali perspektif orang lain membantu orang lain merasa dipahami dan bisa meningkatkan dukungan.

 

Daftar Pustaka

 

  Supriyadi. 2016, PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL MAHASISWA  TERHADAP HASIL BELAJAR MATA KULIAH STATISTIK DASAR DI SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PANCA SAKTI . Hal : 5, 6. Bekasi : STKIP Panca Sakti

  Holian, Rosalie. 2015, EQ Versus IQ: What's the Perfect Managemenet Mix?. Melbourne : RMIT University

  Momm, Tasillo. 2014, It Pays to Have an Eye for Emotions: Emotion Recognition Ability Indiriectly Predicts Annual Income. Bonn: University of Bonn

  Mayer, John D. 2004, What is Emotional Intelligence?. Durham: University of New Hampshire

 

source: https://tirto.id/kecerdasan-emosional-itu-penting-kenali-cara-melatihnya-c6qG

 

 

 

 

 

 

 


The general website for my Indekost firm.

Kost JRH 98 Ujung Aspal Apartment Open everyday in 24/7 Get Quote? Please contact the homeowner. Call Now: +6281380762294 Get Directions? It...